SEPATU BUTUT ANAKKU DAN TITAH KESEDERHANAAN ALA GONTOR

Sepatu Butut Anakku dan Titah Kesederhanaan Ala Gontor; Abdul Matin Bin Salman (Wali Santri Gontor & Warek I IAIN Surakarta)

kesederhaan bukanlah kemiskinan
lukisan sepatu butut

Sejak awal, saya tidak terlalu menenkankan anakku diterima sebagai santri Gontor. Prinsip saya, seusai pendidikan dasar, anak-anak saya harus melanjutkan ke pesantren. Pesantren apapun itu. Karena saya yakin, tidak ada pesantren yang mendidik santrinya dengan cara yang tidak benar. Tidak mudah memang, menjadi orangtua di zaman now. Banyak kendala waktu mendidik anak secara privat. Terlebih di zaman ketika teknologi telah merenggut banyak kesempatan kita untuk mendidik mereka secara langsung. Bahkan, sekalipun anak-anak bersama orangtua 24 jam, seringkali minim “kebersamaan” di antara mereka. Fisik memang terlihat dekat, tetapi hati dan pikiran saling berjauhan. Kekhawatiran itu semakin memuncak, ketika melihat fenomena kehidupan anak-anak seperti saat ini.

Continue reading “SEPATU BUTUT ANAKKU DAN TITAH KESEDERHANAAN ALA GONTOR”