HALAL BI HALAL

Halal bi Halal; Saiful Amien

reuni keluarga
Halal bi halal Bani Alfath (dok. pribadi)

Hanya ada di Indonesia. Ya, khas tradisi Indonesia.  Walaupun aslinya dari Bahasa Arab. Namun, kemungkinannya orang Arab di Timur Tengah sendiri tidak mengenalnya: Halal bi HalalHalal artinya diperbolehkan. Diperkenankan. Tidak diharamkan. Bi artinya dengan. Maka halal bi halal dimaksudkan untuk memperkenankan segala salah dimaafkan. Tidak diharamkan untuk mendapatkan maaf. Untuk itu, mungkin dalam Bahasa Arab lebih pas disebut istihlal: permohonan maaf agar segala salah dihalalkan.

Continue reading “HALAL BI HALAL”

FATALIS TAHUNAN?

Fatalis Tahunan?; Saiful Amien (Bloger)

bencana selalu tiba, akankah kita hanya pasrah?
sumber: news.detik.com

Musim hujan kali ini membuatku teringat ketika masih di SD dahulu. Setiap hendak berangkat sekolah, ibu pasti berpesan kepada kami, anak-anaknya: “hati-hati..”, dan belum sempat beliau melanjutkan, kami dengan sedikit bergurau serempak berkata: “sekarang musim hujan, galengan mudah longsor!” lalu kami tertawa bersama. Tentulah kami sangat hafal dengan pesan itu. Karena memang ibu senantiasa mengucapkannya setiap pagi.

Continue reading “FATALIS TAHUNAN?”

HUJAN

Hujan; Saiful Amien (Bloger)

sampai kapankah hujan tidak diakrabi
sumber: kompasiana.com

Bagi Kang Karmin, hujan merupakan karunia Tuhan yang tidak terhingga. Dalam doanya ia selalu berharap musim hujan akan lebih panjang dari kemarau. Wajarlah kalau Kang Karmin menginginkan begitu, sebab ia hanyalah petani tadah hujan. Sawahnya hanya sepetak di lereng gunung, di areal hutan jati milik Perhutani yang telah gundul. Pantasnya mungkin bukan sawah tapi tegalan. Ketika turun lapangan, kami mendapati hampir semua warga desanya mengatakan bahwa problem utama saat kemarau adalah air. Membuat sumur terlalu mahal bagi mereka karena kedalamannya bisa puluhan meter. Itupun belum tentu sumber airnya besar. Mengandalkan kali yang melintasi desa mereka juga tidak bisa, sebab semuanya pada kering. “Satu-satunya yang bisa diharapkan ya hujan mas” kata Kang Karmin saat itu.

Continue reading “HUJAN”

KEBAIKAN YANG SIA-SIA

Kebaikan yang Sia-sia; Hariman Muttaqin (Pengajar Pesantren di Ponorogo)

kebaikan tanpa iman akan lenyap
sumber: www.alukah.net

Ada pengusaha yang baik hati. Dia non-muslim. Anggota keluarganya menganut keyakinan yang beragam. Istrinya Kristen, anak dan menantunya Katholik. Sementara dia sendiri tidak jelas. Namun, dalam bermasyarakat ia sangat toleran. Baginya keyakinan apapun tidak masalah, yang penting baik sama orang. Jika mengantar istri ke gereja, dia lebih suka nongkrong di warung kopi. Ngobrol bareng sama makelar mobil, sesuai dengan hobinya: otomotif. Tapi kedermawanannya kepada sesama tidak perlu diragukan. Orang berimanpun kalah bahkan seorang kiai atau ustadz sekalipun. Tetangga yang kediamannya disita bank, dia izinkan menempati salah satu rumahnya. Gratis, tanpa sewa. Saya sendiri pernah melihat langsung kedermawanannya ketika dia membeli sendiri sarapan pagi untuk kakek yang tinggal di depan rumahnya.

Continue reading “KEBAIKAN YANG SIA-SIA”

VERI, HIJRAH DAN KEPASTIAN

Veri, Hijrah dan KepastianSaiful Amien (Bloger)

inna lillah..
@benramt

Hari Rabu, 23 Januari 2019 pukul 3:17 AM, ada pesan whatsapp masuk di handphoneku. Satu pesan di WAG “Concordian”, inisial lulusan Gontor tahun 1993, dari Veri Agustian 693: “Innalillahiwainna ilaihi Raji’un telah berpulang ke Rahmatullah Veri Agustian… Alamat rumah duka jalan musyawarah gg mufakat no.2 labuh baru barat”( Sengaja dibiarkan, tanpa edit). Pesan duka di hari yang masih terlalu pagi, sehingga belum ada anggota WAG yang daring.  Selain itu, redaksinya juga terlalu datar untuk sebuah info sedih. Emosinya kurang terasa, dan terkesan aneh: menginformasikan wafatnya seseorang, dan informannya adalah orang yang meninggal itu sendiri.

Continue reading “VERI, HIJRAH DAN KEPASTIAN”