JRÉNG! DAN JADILAH ORANG BESAR ALA GONTOR

Jréng! Dan Jadilah Orang Besar Ala Gontor; Saiful Amien

jreng2
Bertiga. TPQ Dewasa di Mushola at-Taubat (dok.pribadi)

Sudah sepekan. Dia tidak hadir di mushola. Padahal, sebelum adzan Magrib biasanya ia sudah tiba. Ditemani sepeda mini milik cucunya. Atau motor butut, Suzuki Bravo miliknya. Saya jadi bertanya-tanya. Khawatirku: ia sakit lagi.

Continue reading “JRÉNG! DAN JADILAH ORANG BESAR ALA GONTOR”

ALHAMDULILLAH, HAJI LAGI BRO!

Alhamdulillah, Haji Lagi Bro!; Saiful Amien

Amien, Mustofa, Huda
Haji Backpacker tahun 2008 (dok.pribadi)

Dia sahabatku. Juga tetanggaku. Saiful Mustofa. Berangkat haji lagi. Tahun ini. Bersama isterinya.

Kemarin, sebelas Juli. Bertepatan Delapan Dzulqa’dah. Isuk njemun, dilepas dengan selametan plus tasyakkuran. Ada tumpengnya. Ada bubur abangnya. Juga soto dagingnya. Mengundang tetangga dan teman-teman. Penuh hikmat. Penuh haru. Penuh derai air mata. Satu-persatu hadirin dipeluk. Diminta maafnya. Disuwun restunya. Dimohon do’anya.

Continue reading “ALHAMDULILLAH, HAJI LAGI BRO!”

GONTOR DAN KADO LEBARAN

Gontor dan Kado Lebaran; Saiful Amien

kado lebaran 1
Pembukaan Tahun Ajaran Baru dan Ujian Masuk PM. Gontor 1440H (dok.pribadi)

Anak lanangku tiba-tiba mutung. Mogok. Tidak mau balik ke Gontor. Padahal sudah tiga tahun mondok di sana. Padahal tahun ajaran baru ini, naik positif ke kelas empat.

Continue reading “GONTOR DAN KADO LEBARAN”

NAPAK TILAS

Napak Tilas; Saiful Amien

naaktilas 1
Masjid Jami’ Tuban (dok. pribadi)

Entahlah. Dari mana ide ini muncul. Niatku hanya ngejar jama’ah Isya. Hanya itu. Mumpung isteri dan anak-anakku belanja di Bravo. Daripada nunggu di mobil. Mending cari musholah atau masjid. “Ma, aku isya’an sik yo” kukirim pesan via Whatsapp. Dan cabut.

Continue reading “NAPAK TILAS”

NGAGLIK, TAK LAGI OGLAK-AGLIK

Ngaglik, Tak Lagi Oglak-aglik; Saiful Amien

kampung nelayan 1
Bersandar di sepanjang sungai kampungku (dok. pribadi)

Pulang. Selalu saja kurindukan. Ada yang bilang: Itulah ekspresi dari kesadaran batini. Bahwa hidup adalah proses perjalanan kembali. Dari dan kepada Allah, Sang Penganugerah kehidupan. Termasuk mudik lebaran kali ini. Setidaknya ada yang tak ingin dilupakan: sungkem orang tua; halal bi halal bersama kerabat seperanakan; reuni tipis teman sepermainan; dan napaktilas suasana kampung halaman.

Continue reading “NGAGLIK, TAK LAGI OGLAK-AGLIK”